Rabu, 20 Desember 2017

TERASING PENUH DUKA

   Buaian merdu mendekap lembut memanjakan dengan indah
Melepaskan raga dari wadah yg menghimpit penuh dosa
Di kegelapan dingin yg sunyi ketika jiwa yg kian melemah
Dengan alunan nada kesedihan membeku kedalam otak
Bermimpi di atas ranjang kegelisahan memberi luka yang nyata
Tanpa kiasan dan hiasan (yang kini) hilang tak tersadari
Punah sudah rasa yg damai beranjak menjadi kekacauan.
   Nurani tak lagi sehat, kemunafikan membusuk bau bersama keangkuhan 
Angkuh yg melekat bagai parasit ,terantai kekangan tercambuk kawat-kawat berduri 
Menjadi bumbu rasa batin yang rapuh, kecemasan mengoyak luka di pilar kenyataan yg samar 
Parade gagak hitam menyaksikan nyali kejujuran yg terampas hina
Dengan mata merah mengumpat, menyiksa begitu kejam.
   Detik waktu terasa tak beranjak, seolah mati!!
   Menikmati dan mengoyak jiwa dalam keheningan raga
jasad yang tak bergerak kian membusuk bagai bangkai
Yang membusuk dalam keterasingan penuh duka digerogoti kepalsuan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar