Buaian merdu mendekap lembut
memanjakan dengan indah
Melepaskan raga dari wadah
yg menghimpit penuh dosa
Di kegelapan dingin yg sunyi
ketika jiwa yg kian melemah
Dengan alunan nada kesedihan
membeku kedalam otak
Bermimpi di atas ranjang kegelisahan
memberi luka yang nyata
Tanpa kiasan
dan hiasan (yang kini) hilang tak tersadari
Punah sudah rasa yg damai
beranjak menjadi kekacauan.
Nurani tak lagi sehat,
kemunafikan membusuk bau
bersama keangkuhan
Angkuh yg melekat bagai parasit
,terantai kekangan tercambuk kawat-kawat berduri
Menjadi bumbu rasa batin yang rapuh, kecemasan mengoyak luka
di pilar kenyataan yg samar
Parade gagak hitam menyaksikan
nyali kejujuran yg terampas hina
Dengan mata merah mengumpat, menyiksa begitu kejam.
Detik waktu terasa tak beranjak, seolah mati!!
Menikmati dan mengoyak jiwa
dalam keheningan raga
jasad yang tak bergerak kian membusuk bagai bangkai
Yang membusuk
dalam keterasingan penuh duka
digerogoti kepalsuan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar