Aku duduk disini disebuah bangku taman yang hanya berteman dengan sebuah tiang lampu yang lampunya sedikit redup, bersama sebuah perasaan kelam dan kalut yang membungkam ku ini, di atas guratan-guratan luka yang merobek perban ini.
Aku mulai berfikir secara tidak normal bersama dosis obat yang mulai bekerja di otak dan syarafku mereka menjadi racun candu ku, sebuah candu agar aku bisa terlelap dalam kegelisahan, namun aku masih sadar bahwa aku ingin mati!! Sebuah keinginan yang kuat dari hatiku setelah dia ( kematian) mengusirku dari kastilnya, aku tahu bahwa dia masih selalu menatapku dibalik bayangan-bayangan dibelakangku dan dibalik lukaku yang menganga.
Aku mulai beranjak untuk sebuah asa menuju akhirat, apakah aku harus mengikat leherku dan kembali mengikatnya di atas batang pohon sebelahku dan dia (kematian) datang menyeret ruh ku dengan mata merah yang marah dengan perasaan bahagia untuk melemparku kedalam neraka, atau aku harus tetap hterus menunggunya datang dan berbisik padaku dan membiarkan ruh ku pamit dengan ragaku yang jalang dan kotor ini dan lalu dia (kematian) tersenyum padaku dan memberi sebuah kursi khusus padaku dalam kereta kematian yang akan ku tunggangi dan dia juga akan kah memberi ku sebuah tempatku untukk berteduh ketika sesampainya tiba di taman eden nanti!!
Senin, 12 Februari 2018
Senin, 05 Februari 2018
Aku terlempar dalam sepi dalam kekosongan jiwa ini, ini sangat menyiksa ku ketika semua orang memandang sinis padaku ketika mulut-mulut mereka terbuka dan mulai berkata kebohongan yang menuju padaku
Seorang anak muda dengan gaya amburadul seorang anak muda yang seperti tidak punya pendidikan sama sekali bahkan untuk hidup saja masih seperti tidak punya tujuan, namun aku masih harus tetap hidup
Mat dalam sepinya mencoba membungkam mulutnya menyembunyikannya dari ke3 sahabatnya yang perlahan mulai berubah dengan tuntutan untuk hidup bebas untuk mencoba melebarkan sayap-sayap kecil yang hanya bisa melingkar di dalam sebuah kotak kecil sebuah kampung dengan budaya yang sudah usang
Hari ini suara kicau burung yang saling beradu diantara ranting-ranting pohon dan Mat yang masih tertidur diatas kasur yang sudah lusuh dan dekil, dalam setengah sadarnya dia masih mengingat pahit luka semalam dan hari ini ada sebuah perasaan yang mengganjalnnya ketika sahabatnya tidak ada yang datang satupun menjemputnya, tidak seperti biasa dan perasaan Mat agak sedikit geram dengan itu "kemana mereka tidak ada yang datang membangunkan aku ketika aku sedang dalam keadaan seperti ini"
Seorang anak muda dengan gaya amburadul seorang anak muda yang seperti tidak punya pendidikan sama sekali bahkan untuk hidup saja masih seperti tidak punya tujuan, namun aku masih harus tetap hidup
Mat dalam sepinya mencoba membungkam mulutnya menyembunyikannya dari ke3 sahabatnya yang perlahan mulai berubah dengan tuntutan untuk hidup bebas untuk mencoba melebarkan sayap-sayap kecil yang hanya bisa melingkar di dalam sebuah kotak kecil sebuah kampung dengan budaya yang sudah usang
Hari ini suara kicau burung yang saling beradu diantara ranting-ranting pohon dan Mat yang masih tertidur diatas kasur yang sudah lusuh dan dekil, dalam setengah sadarnya dia masih mengingat pahit luka semalam dan hari ini ada sebuah perasaan yang mengganjalnnya ketika sahabatnya tidak ada yang datang satupun menjemputnya, tidak seperti biasa dan perasaan Mat agak sedikit geram dengan itu "kemana mereka tidak ada yang datang membangunkan aku ketika aku sedang dalam keadaan seperti ini"
Langganan:
Komentar (Atom)