Senin, 12 Februari 2018

JIWA DAN KEMATIAN "AKU INGIN MATI"

  Aku duduk disini disebuah bangku taman yang hanya berteman dengan sebuah tiang lampu yang lampunya sedikit redup, bersama sebuah perasaan kelam dan kalut yang membungkam ku ini, di atas guratan-guratan luka yang merobek perban ini.
  Aku mulai berfikir secara tidak normal bersama dosis obat yang mulai bekerja di otak dan syarafku mereka menjadi racun candu ku, sebuah candu agar aku bisa terlelap dalam kegelisahan, namun aku masih sadar bahwa aku ingin mati!! Sebuah keinginan yang kuat dari hatiku setelah dia ( kematian) mengusirku dari kastilnya, aku tahu bahwa dia masih selalu menatapku dibalik bayangan-bayangan dibelakangku dan dibalik lukaku yang menganga.
  Aku mulai beranjak untuk sebuah asa menuju akhirat, apakah aku harus mengikat leherku dan kembali mengikatnya di atas batang pohon sebelahku dan dia (kematian) datang menyeret ruh ku dengan mata merah yang marah dengan perasaan bahagia untuk melemparku kedalam neraka, atau aku harus tetap hterus menunggunya datang dan berbisik padaku dan membiarkan ruh ku pamit dengan ragaku yang jalang dan kotor ini dan lalu dia (kematian) tersenyum padaku dan memberi sebuah kursi khusus padaku dalam kereta kematian yang akan ku tunggangi dan dia juga akan kah memberi ku sebuah tempatku untukk berteduh ketika sesampainya tiba di taman eden nanti!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar