Terbakar pagi dalam kesunyian yg mencekam
berpacu dalam emosi
(yang) membatasi gerakku
menatap curiga penuh dendam
yang tersayat di dasar hati
menahan penuh rintihan
menyumpal tangis dengan kutukkan.
Maki ku dengan caci mu
kutuk aku dengan sumpahmu
kutunggu belatimu yg kau sarungkan
untuk menikamku dikala lemah dan sekarat
akan kuminum racunmu
yang kau tuangkan dalam cangkirku
rasa nyaman (ini) kembali terancam
tercampur amarah tak tertahan.
Terkurung dalam sebuah batasan
hingga tak ada ruang tuk bernafas
detik menjelang sang fajar datang
merah padam yang (akan) membakarku
kau datang dengan sayap putihmu
hempaskanku kedalam api yang membakarku.
hempaskanku kedalam api yang membakarku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar