Kamis, 04 Januari 2018

TERBAKAR PAGI

 Terbakar pagi dalam kesunyian yg mencekam 
berpacu dalam emosi 
(yang) membatasi gerakku 
menatap curiga penuh dendam 
yang tersayat di dasar hati 
menahan penuh rintihan 
menyumpal tangis dengan kutukkan.
 Maki ku dengan caci mu 
kutuk aku dengan sumpahmu
kutunggu belatimu yg kau sarungkan 
untuk menikamku dikala lemah dan sekarat
akan kuminum racunmu 
yang kau tuangkan dalam cangkirku 
rasa nyaman (ini) kembali terancam 
tercampur amarah tak tertahan.
 Terkurung dalam sebuah batasan 
hingga tak ada ruang tuk bernafas
detik menjelang sang fajar datang
merah padam yang (akan) membakarku
kau datang dengan sayap putihmu
hempaskanku kedalam api yang membakarku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar